Guru Ma'arif NU 5 Sekampung Mengharumkan Lampung Melalui "Tenis Meja"

Kontingen Lampung dalam Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV di Bandung ini, Bapak Sukiyatno (Akrab disapa Pak No) merupakan seorang Ustadz di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kec. Sekampung, yang juga mengajar sekaligus menjadi Penjaga Perpustakaan Ma'arif NU 5 Sekampung, Lampung Timur. Melatih Tenis Meja juga menjadi kegiatan rutin beliau di luar jam sekolah. Semoga prestasi beliau ini dapat menjadi pemicu semangat teman" yang beliau Bina khususnya, dan kepada masyarakat pada umumnya. Keterbatasan Fisik tidaklah menjadi hal yang menjadikan halangan dalam meraih prestasi. 


Medali Perunggu Peparnas XV di Bandung


Menurut Laporan Wartawan Tribun Lampung Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kontingen Lampung menyabet medali pertama di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV di Bandung, Jawa Barat. Adalah Sukiyatno yang mempersembahkan medali perunggu di cabang tenis meja.
Turun pada nomor tunggal putra di kelas 8 di gedung Tenis Indoor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Selasa (18/10/2016), Sukiyatno harus berjuang keras melewati rival-rival yang satu kelas di atasnya. Pasalnya, hanya Sukiyatno yang memakai tongkat, sementara yang lain tidak.
Sukiyatno mengaku sempat melayangkan protes kepada panitia. Seharusnya ia berada di kelas 7 yang semua pemainnya mengenakan tongkat. Namun protes itu tidak digubris oleh panitia.
“Saya sudah menanyakan hal ini. Namun panitia mengatakan bahwa saya dipersilakan protes kepada dokter yang melakukan verifikasi. Ya sudah saya jalani saja," kata Sukiyatno seusai pertandingan, dalam siaran pers yang diterima Tribun Lampung.
Pria yang biasa disapa Yatno ini melakoni pertandingan yang tidak mudah dalam upayanya meraih medali. Di babak 16 besar Yatno menang atas petenis meja DKI Jakarta, Mukhamad Alfyan, dengan skor 3-1 (10-12, 11-6, 11-4, 11-5).
Di babak 8 besar Yatno mengalahkan petenis meja Riau, Suis Nofrizal, dengan skor 3-0 (11-9, 11-7, 11-4). Sayangnya, di semifinal Yatno harus mengakui keunggulan petenis meja tuan rumah Moch Rian Prahasta yang notabene merupakan atlet andalan Indonesia yang pernah terjun di ajang SEA Games di Vietnam. Yatno pun menyerah 0-3 (2-11, 4-11, 6-11).
Peparnas XV di Bandung

Meski begitu, Yatno bersyukur bisa mempersembahkan medali bagi kontingen Lampung. Pria yang berprofesi sebagai guru mengaji di Pondok Pesatren Nurul Ulum Lampung Timur ini mengaku mendapatkan motivasi berlipat untuk member yang terbaik.
“Saya berangkat ke Bandung ini dengan tekad harus bisa bertanding dan menang. Terima kasih kepada kiai saya dan para santri di pondok pesantren yang sudah mendoakan saya. Saya berangkat dengan modal Al Fathihah dari seluruh pondok saya," lanjut pria 43 tahun ini.
Setelah ini Yatno akan turun di nomor ganda dan beregu bersama Triatno. Memang keduanya belum pernah bermain bersama sebagai pasangan. “Bahkan ketemu ya baru di sini,” kata Triatno.
Tetapi tekad keduanya akan memberikan yang terbaik lagi dalam partai yang kemungkinan akan dilakukan besok di tempat yang sama.
Parmono, ketua NPC Lampung, mengucapkan syukur atas perolehan medali dari cabang tenis meja. “Alhamdulillah. Ini campur tangan Allah Subhana Wataala. Tanpa itu semua, mustahil. Ini sebagai pemacu semangat atlet lainnya, mudah-mudahan kita bisa dapat lebih dari ini,” ungkapnya. (*)

Sumber : Tribun News Lampung

4 Responses to "Guru Ma'arif NU 5 Sekampung Mengharumkan Lampung Melalui "Tenis Meja""

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]