TEKNOLOGI NUKLIR DAN RADIO ISOTOP SERTA PENERAPANNYA

Teknologi yang memanfaatkan energi nuklir disebut teknologi nuklir. Reaktor atom (reaktor nuklir) yaitu suatu sistem untuk menghasilkan reaksi inti berupa fisi atau fusi berantai terkendali.
Berdasarkan fungsinya, reaktor atom dikelompokkan sebagai berikut:
  1. Reaktor penelitian, yaitu reaktor yang digunakan untuk penelitian di bidang material, fisika, kimia, biologi, kedokteran, pertanian, industri, dan bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi lainnya.
  2. Radio isotop, yaitu reaktor yang digunakan untuk memproduksi radioisotop. Radioisotop banyak digunakan dalam bidang kedokteran, farmasi, biologi, dan industri.
  3. Reaktor daya, yaitu reaktor yang dapat menghasilkan daya atau tenaga berupa kalor untuk dimanfaatkan lebih lanjut, misalnya untuk PLTN.
Reaktor nuklir tersusun atas komponen-komponen berikut.
a.   Teras reaktor
Teras berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi berantai. Bagian ini mengeluarkan energi fisi dalam bentuk kalor. Di dalam teras reaktor terdapat bahan bakar, umumnya berupa UO2.
b.   Reflektor
Reflektor berfungsi untuk memantulkan neutron yang bocor agar tetap berada di dalam teras.
c.   Batang kendali
Batang kendali berfungsi mengendalikan jumlah neutron di dalam teras reaktor sehingga reaksi berantai dapat dipertahankan. Bahan yang digunakan sebagai batang kendali antara lain kadmium dan boron.
d.   Moderator
Moderator berfungsi menyerap energi neutron agar tidak terlalu tinggi. Bahan yang memenuhi syarat menjadi  moderator yang baik jika dapat mengakibatkan neutron kehilangan energi yang sangat besar, kemampuan menyerap neutron kecil, dan kemampuan menghamburkan neutron besar. Bahan-bahan yang iasa digunakan adalah air ringan (H2O), air berat (D2O), dan grafit.
e.   Pendingin primer
Banyak reaktor nuklir yang menggunakan moderator sekaligus sebagai pendingin primer. Fungsi pendingin adalah mengeluarkan panas akibat reaksi fisi. Bahan pendingin yang biasa digunakan antara lain gas He, gas CO2, serta logam cair seperti Na dan NaK.
f.   Sistem penukar panas
Bagian ini berfugsi mengalirkan panas dari pendingin primer ke pendingin sekunder.
g.   Pendingin sekunder
Pendingin sekunder berupa air yang dialirkan keluar dari sistem reaktor dan didinginkan di luar reaktor.
h.   Perisai
Begian ini berfungsi menahan radiasi yang dihasilkan pada proses pembelahan inti maupun yang dipancarkan oleh nuklida-nuklida hasil pembelahan. Perisai ini sebagai pelindung agar pekerja dan lingkungan aman dari radiasi.
Zat radioaktif (radioisotop) dari radiasi dapat dimanfaatkan dalam beberapa bidang berikut.
  1. Pengujian fungsi kelenjar gondok menggunakan isotop I-131, I-123, I-125, atau c-99. Caranya dengan memberikan Nal-131 atau isotop lain yang diminimumkan pada pasien kemudian melakukan pencacahan.
  2. Uji faal ginjal menggunakan alat renograf dan memakai isotop I-131. Cara pengujiannya dengan meletakkan detektor tepat pada lokasi ginjal.
  3. Radioisotop Co-60 menghasilkan sinar gamma yang digunakan untuk mensterilkan alat-alat kesehatan dan membunuh sel-sel kanker.
  4. Pemeriksaan berbagai penyakit menggunakan radioisotop. Contoh penggunaanya sebagai berikut.
a.   Penggunaan Tc-99 dan Ti-201 untuk mendeteksi kerusakan jantung.
b.   Larutan garam yang mengandung Na-24 digunakan untuk mendeteksi penyumbatan dalam peredaran darah. Caranya dengan mendeteksi sinar gamma yang dipancarkan isotop natrium.
c.   Radioisotop Tc-99 digunakan untuk mendeteksi kerusakan tulang dan paru-paru.

  1. Pemuliaan tanaman untuk menghasilkan bibit unggul dengan teknologi iradiasi bibit tanaman menggunakan sinar gamma dosis rendah.
  2. Penerapan teknologi nuklir pada pengendalian hama tanaman bertujuan untuk menghasilkan hama jantan yang steril (mandul). Perkawinan antara hama betina dengan hama jantan mandul tidak menghasilkan keturunan sehingga jumlah hama berkurang.
  3. Teknologi nuklir menghasilkan makanan tambahan ternak yang dapat meningkatkan berat badan ternak. Selain itu, teknologi nuklir menghasilkan vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit berak darah pada ayam.

  1. Isotop radioaktif yang menghasilkan sinar gamma digunakan untuk perunut. Misal untuk mengamati kebocoran tangki dan pipa serta mengamati kebocoran bendungan. Selain itu, untuk mengetahui keretakan pada pesawat terbang dan gedung.
  2. Radiasi sinar gamma digunakan untuk vulkanisasi karet alam, pelapisan permukaan kayu, serta pembuatan bahan aditif untuk industri sepatu.

Radioisotop Carbon-14 digunakan untuk mengetahui umur suatu fosil dan benda-benda purbakala.

Pemanfaatan radioisotop di bidang hidrologi diantaranya:
  1. Mempelajari kecepatan aliran sungai
  2. Mengetahui rembesan air laut ke darat, dan
  3. Mengukur pendangkalan di pelabuhan, danau, dan sungai.

Demikianlah pembahasan tentang Teknologi Nuklir dan Radioisotop, semoga bermanfaat. :-)

Sumber: http://www.formulafisika.com/

0 Response to "TEKNOLOGI NUKLIR DAN RADIO ISOTOP SERTA PENERAPANNYA"

Post a Comment

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]